Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

Posted on
python reticulatus atau ular sanca morph-min
python reticulatus atau ular sanca-min

Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic) yaitu semacam ular tidak berbisa yang memiliki ukuran besar. Ukuran terbesarnya disebutkan bisa melebihi 10 mtr.. Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular paling besar serta terpanjang di Amerika Selatan. Beberapa nama yang lain yaitu ular ular sanca ; ular sawah ; sawah-n-etem (Simeulue) ; ular petola (Ambon) ; serta dalam bhs Inggris reticulated python atau sering disingkat retics.

Semua tentang  python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

 

Identifikasi

python reticulatus atau ular sanca-min
python reticulatus atau ular sanca morph-min

ular sanca kembang ini gampang dikenali lantaran biasanya bertubuh besar. Keluarga ular sanca (Pythonidae) relatif gampang dibedakan dari ular-ular lain dengan lihat sisik-sisik dorsalnya yang kian lebih 45 deret, serta sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar segi bawah badannya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya : tiga spesies bertubuh gendut pendek yaitu grup ular peraca (Python curtus grup : P. curtus, P. brongersmai serta P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan serta Semenanjung Malaya.
Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot : P. molurus (ular sanca bodo) serta P. reticulatus. Kedua-duanya menebar dari Asia sampai Sunda Besar, termasuk juga Jawa. P. molurus mempunyai pola kembangan yang tidak sama dari reticulatus, terlebih karenanya ada pola V besar berwarna gelap diatas kepalanya. ular sanca kembang atau retic mempunyai pola lingkaran-lingkaran besar berupa jala (reticula, jala), tersusun dari beberapa warna hitam, kecoklatan, kuning serta putih di selama segi dorsal badannya. Satu garis hitam tidak tebal jalan diatas kepala dari moncong sampai tengkuk, mirip garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala dengan cara simetris. Serta semasing satu garis hitam lain yang lebih tidak tipis ada di setiap segi kepala, melalui mata ke belakang.
Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret ; sisik-sisik ventral (perut) sejumlah 297-332 buah, dari bawah leher sampai ke anus ; sisik subkaudal (segi bawah ekor) 75-102 gunakan. Perisai rostral (sisik di ujung moncong) serta empat perisai supralabial (sisik-sisik di bibir atas) paling depan mempunyai lekuk lubang penghidu bahang (heat sensor pits) yang dalam (Tweedie 1983).

Biologi serta Penyebaran Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

ular sanca kembang atau retic terhitung ular yang paling besar serta terpanjang didunia. The Guiness Book of World Records th. 1991 mencatat ular sanca kembang atau retic selama 32 kaki 9. 5 inci (sekitaran 10 mtr.) sebagai ular yang terpanjang (Murphy and Henderson 1997). Tetapi yang umum didapati yaitu ular-ular yang memiliki ukuran 5-8 mtr.. Sedang berat optimal yang terdaftar yaitu 158 kg (347. 6 lbs). Ular ular sanca termasuk juga ular yang berusia panjang, sampai kian lebih 25 th..
Ular-ular betina mempunyai badan yang semakin besar. Bila yang jantan sudah mulai kawin pada panjang badan sekitaran 7-9 kaki, yang betina baru pada panjang sekitaran 11 kaki. Dewasa kelamin terwujud pada usia pada 2-4 th..
Musim kawin berjalan pada September sampai Maret di Asia. Menyusutnya panjang siang hari serta berkurangnya suhu hawa adalah aspek pendorong yang merangsang musim kawin. Akan tetapi, musim ini bisa beragam dari satu tempat ke tempat lain. Shine et al. 1999 memperoleh kalau ular sanca kembang atau retic di sekitaran Palembang, Sumatera Selatan, bertelur pada September-Oktober ; sesaat di sekitaran Medan, Sumatera Utara pada bln. April-Mei.
Jantan ataupun betina bakal berpuasa di musim kawin, hingga ukuran badan jadi hal yang utama disini. Betina bahkan juga bakal meneruskan puasa sampai bertelur, serta begitu mungkin saja juga sampai telur menetas (McCurley 1999).
ular sanca kembang atau retic bertelur pada 10 sampai sekitaran 100 butir. Telur-telur ini ‘dierami’ pada suhu 88-90 ºF (31-32 ºC) sepanjang 80-90 hari, bahkan juga dapat kian lebih 100 hari. Ular betina bakal memutari telur-telur ini sembari berkontraksi. Gerakan otot ini menyebabkan panas yang bakal tingkatkan suhu telur sebagian derajat diatas suhu lingkungan. Betina bakal melindungi telur-telur ini dari pemangsa sampai menetas. Tetapi cuma hingga itu saja ; demikian menetas, bayi-bayi ular itu ditinggalkan serta nasibnya diserahkan ke alam.
ular sanca kembang atau retic menebar di bebrapa rimba Asia Tenggara. Dari mulai Kep. Nikobar, Burma sampai ke Indo Cina ; ke selatan melalui Semenanjung Malaya sampai ke Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara (sampai Timor), Sulawesi ; serta ke utara sampai Filipina (Murphy and Henderson 1997).
ular sanca kembang atau retic mempunyai tiga subspesies. Terkecuali P. r. reticulatus yang hidup menebar luas, dua lagi yaitu P. r. jampeanus yang menebar terbatas di Tanah Jampea serta P. r. saputrai yang menebar terbatas di Kep. Selayar. Kedua-duanya di terlepas pantai selatan Sulawesi.

Ekologi Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

Ekologi Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min
Ekologi Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min

ular sanca kembang atau retic hidup di bebrapa rimba tropis yang lembab (Mattison, 1999). Ular ini tergantung pada ketersediaan air, hingga sering didapati tak jauh dari tubuh air seperti sungai, kolam serta rawa.
Makanan intinya yaitu mamalia kecil, burung serta reptilia lain seperti biawak. Ular yang kecil memangsa kodok, kadal serta ikan. Ular-ular memiliki ukuran besar dilaporkan memangsa anjing, monyet, babi rimba, rusa, bahkan juga manusia yang ‘tersesat’ ke tempatnya menanti mangsa (Mattison 1999, Murphy and Henderson 1997, Shine et al. 1999). Ular ini lebih suka menanti dari pada aktif berburu, mungkin lantaran ukuran badannya yang besar menggunakan banyak daya.
Mangsa dilumpuhkan dengan melilitnya kuat-kuat (constricting) sampai mati kehabisan nafas. Sebagian tulang di lingkar dada serta panggul mungkin saja patah karena itu. Setelah mati mangsa ditelan bulat-bulat dari mulai kepalanya.
Sesudah makan, terlebih sesudah menelan mangsa yang besar, ular ini bakal berpuasa sekian hari sampai sebagian bln. sampai ia lapar kembali. Seekor ular sanca yang dipelihara di Regent’s Park pada th. 1926 menampik untuk makan sepanjang 23 bln., tetapi kemudian ia normal kembali (Murphy and Henderson 1997).

hubungan ular sanca dan Manusia

hubungan ular sanca dan Manusia-min
hubungan ular sanca dan Manusia-min

ular sanca –terutama yang kecil– sering dipelihara orang lantaran relatif jinak serta indah kulitnya. Pertunjukan rakyat, seperti topeng monyet, kerapkali membawa seekor ular sanca kembang atau retic yang sudah jinak untuk dipamerkan. Sirkus lokal juga kadang-kadang membawa ular sanca memiliki ukuran besar untuk dipamerkan atau disewakan untuk di ambil fotonya.
ular sanca banyak diburu orang untuk di ambil kulitnya yang indah serta berkualitas baik. Kian lebih 500. 000 potong kulit ular sanca kembang atau retic diperdagangkan tiap-tiap tahunnya. Beberapa besar kulit-kulit ini diekspor dari Indonesia, dengan sumber paling utama Sumatra serta Kalimantan. Semuanya yaitu hasil tangkapan di alam liar.
Terang perburuan ular sanca ini begitu mencemaskan lantaran kurangi populasinya di alam. Catatan dari penangkapan ular komersial di Sumatra memperoleh kalau ular sanca kembang atau retic yang di tangkap ukurannya beragam pada 1 m sampai 6 m, dengan rata-rata ukuran untuk jantan 2. 5 m serta betina pada 3. 1 m (Medan) – 3. 6 m (Palembang). Kurang lebih sepertiga dari betina tertangkap dalam kondisi reproduktif (Shine et al. 1999). Sampai sekarang ini, ular ini belum dilindungi undang-undang. CITES (konvensi perdagangan hidupan liar yang terancam) memasukkannya kedalam Apendiks II.
CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan serta satwa liar spesies terancam yaitu kesepakatan internasional antarnegara yang disusun berdasar pada resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) th. 1963. Konvensi mempunyai tujuan membuat perlindungan tumbuhan serta satwa liar pada perdagangan internasional spesimen tumbuhan serta satwa liar yang menyebabkan kelestarian spesies itu terancam. Diluar itu, CITES mengambil keputusan beragam tingkatan proteksi untuk kian lebih 33. 000 spesies terancam.
Tak ada satu juga spesies terancam dalam perlindungan CITES sebagai punah mulai sejak CITES diberlakukan th. 1975 (saksikan juga 12) Pemerintah Indonesia meratifikasi CITES dengan Ketentuan Pemerintah No. 43 Th. 1978. 3
Care Sheet for Retic
Nama lokal : ular sanca Kembang, ular sanca batik, retic. Dll
Nama Sains : Python reticulatus

Penyebaran Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)
Asia Tenggara, Filipina serta Indonesia. ular sanca kembang atau retic mempunyai penyebaran yang terluas dari semuanya spesies Python.

Status di alam liar

 

Status di alam liar retic-min
Status di alam liar retic-min

Penyebarannya begitu luas namun jumlahnya yang menyusut, lantaran eksploitasi untuk memperoleh kulit serta dagingnya. Pada th. 2002 eksport kulit ular ini sebesar 437. 500
Fakta jelek ini memberikan dengan cara legal lebih gampang memindahkan ular mati dari pada yang hidup.

Deskripsi  Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

ular sanca kembang atau retic berupa langsing untuk ukurannya serta berkembang dengan lingkar badan yang berotot yang cendrung tetaplah membulat daripada memipih seperti ular pembelit yang lain. ular sanca raksasa ini begitu berbagai macam, dengan motif jaring atau rantai dengan warna basic perak (abu-abu) atau perak coklat. Motif punggungnya yaitu ciri khas warna basic dari ular ini serta bergaris pinggir warna hitam serta kuning, oranye atau coklat. Bintik-bintik di samping tubuhnya berwarna jelas. Semua badannya memantulkan warna “hologram” (seperti pelangi).

ular sanca kembang atau retic yang baru di tangkap dari alam liar condong (wild-caught – RED) jadi binatang yang begitu gugup (ketakutan) serta bertahan yang bakal mengigit untuk berupaya terlepas dari pegangan kita serta kabur. Namun hasil ternakan (captive-breed – RED) umumnya tenang serta bahkan juga jinak, hewan yang pandai yang suka berhubungan apabila si pemelihara membuatnya demikian. Type ini yaitu pilihan yang bagus yang dapat memberi ketidaksamaan yang begitu besar dalam pengalaman pelihara ular.

Ukuran  Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

Ular yang baru menetas lebih kurang memiliki panjang 24inci. Ukuran dewasa (telah bisa kawin) Betina sekitaran 17kaki lebih, jantan 12 kaki – 14 kaki. Ukuran yang pernah terdaftar sekitaran 33 kaki (11meter) serta berat 300 pon (150 kg) lebih.

Usia Hidup Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

ular sanca kembang atau retic bisa hidup 30 th. atau lebih didalam kurungan.

 

Dasar Pemeliharaan Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)

 

Tingkat Kesulitan memelihara retic atau sanca kembang

tingkat kesulitan memelihara Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min
tingkat kesulitan memelihara Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min

Urusan handling retic mejadi hal yang sangat penting diperhatikan. Retic termasuk hewan yang buas dan susah diprediksi. Selain itu kekuatan retic juga patut dipertimbangkan sebab tenaganya cukup besar dan menguras energi kita. Pastikan sebelum menghandle ular anda tangan harus dalam keadaan dicuci. Sebab dikhawatirkan jika tangan kita tidak bersih, khususnya setelah memberi makan, ular akan menghajar tangan anda karena mengira tangan anda adalah makanan. Kunci utamanya adalah anda harus percaya diri dan tenang. Biarkan ular percaya kepada anda dan tidak menganggap anda sebagai ancaman.
sebelumnya pemilik harus memiliki pengalaman dengan ular yang semakin besar serta mampu sesuaikan atau pun miliki kebiasaan (“nyaman”) dengan perawatan dan penanganan memelihara ular . Tidak sesuai sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang umumnya sesuaikan dengan perlakuan yang memiliki mereka. Apabila dipelihara oleh yang memiliki yang telah tahu mereka bakal berprilaku baik serta ular sanca yang besar serta jinak.
Sedikit penambahan dari sebagian rujukan, Sanca Kembang hasil tangkapan liar umumnya meskipun telah jinak, kadang waktu jadi galak dan menyerang lantaran keget, maupun kadang waktu tanpa ada argumen yang pasti.

Kandang

kandang ular phyton reticulatus
kandang ular phyton reticulatus

Terkadang dapat simpel maupun rumit bergantung kekuatan menjaganya. Ingatlah kalau makin banyak barang yang di taruh di kurungan, semikin banyak juga barang yang perlu di bersihkan. Begitu beberapa pilihan untuk penentuan kandang untuk Sanca Kembang yang masihlah kecil, seperti kotak plastic tempat pakaian, rack melamin, serta kandang-kandang plastic reptile yang banyak dijual di market. Akuarium dari kaca mencukupi untuk hewan yang lebih kecil. Butuh diingat kalau penutup kandang kadang waktu bisa menyebabkan kesusahan untuk mengatur tingkat kelembapan.

Sanca Kembang yang baru menetas kelihatannya pas di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar dapat jadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya mesti memiliki panajng 1/2 dari ular itu. Makin panjang makin baik. Serta pastikan yang lebar lantaran Sanca Kembang butuh lantai yang lebar. Semuanya kandang mesti mempunyai tempat yang panas pada suatu pojok, serta tempat yang lebih dingin di pojok yang berlawanan. Berapapun usia ular itu, Sanca Kembang begitu kuat jadi mesti di taruh di kandang yang kuat serta pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat serta nyaman untuk ular) begitu diperlukan, hingga kandang ini mesti jadi bahan pertimbangan dalam pelihara ular raksasa.

Alas kandang

Cuma sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran yaitu yang paling murah serta paling gampang untuk dibikin bersih : buang yang lama serta ubah dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengatur kelembapan, namun ingatlah kalau sangat tinggi kelembapan bisa mengganggu kesehatan, demikian halnya bila sangat rendah kelembapan. Jangan sampai memakai alas yang memiliki kandungan Cedar lantaran mematikan untuk reptil.

Suhu serta Pemanasan

°C = (°F �’ 32) /1, 8
Siapkan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) serta suhu kandang 78-80 F (25. 5-26. 6 C) (suhu ini tak bisa turun sampai lebih rendah dari 75 oF-24 C). Begitu utama untuk tahu suhu di kandang, serta jangan sampai menebak. Yang bagus yaitu memakai termometer digital luar/dalam. Simpan thermometer didalam kandang, serta ujung yang lain diluar kandang. Hingga anda bisa tahu suhu diluar serta didalam pada saat yang sama.

Ada cara-cara untuk menghangatkan kandang : alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu diletakkan di satu pojok segi untuk berjemur, baik lampu untuk siang ataupun lampu malam). Apabila memakai bohlam maupun keramik sebaiknya memerhatikan kelembapan didalam kandang, terlebih apabila memakai kandang dengan tutup atas, lantaran pemanas ataupun kandang dengan tutup atas keduanya bikin kelembapan hilang dengan amat cepat. Pakai thermostats, rheostats, serta atau timer untuk mengontrol sumber panas. Janganlah memakai batu pemanas pada ular lantaran sangat kecil untuk permukaannya serta bisa mengakibatkan luka bakar yang serius.

Kelembaban

Sediakan kelembapan yang pas untuk Sanca Kembang yaitu begitu utama untuk menanggung lingkungan yang sehat serta menolong saat sistem ubah kulit, namun seperti disebut terlebih dulu, kelembapan yang sangat tinggi juga bisa jadi permasalahan sama dengan apabila sangat sedikit. Untuk bikin tingkat kelembapan 50% – 60%, kita mempunyai sebagian pilihan.
1. Pakai cypress mulch atau bahan yang semacam yang bisa melembabkan. Cypress begitu bagus untuk dipakai, ciri-cirinya warnanya coklat jelas waktu kering serta jadi gelap sesudah basah, jadi kita ketahui kapan kita butuh membasahinya lagi.
2. Buat box kelembapan untuk ular. Memakai container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang serta muat waktu di taruh di dalam kandang, yang berisi sphagum moss (peras lah untuk tahu ukuran kelembapan), gunting container plastic di bagian atas tutupnya atau sisi samping dari plastic container itu. Simpan didalam kandang ular hingga ular bisa masuk kedalamnya waktu ular itu menginginkannya.

Mesti diingat, apabila kita mempunyai kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau semacamnya, sebaiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau suatu hal yang bisa menahan kelembapan supaya tak hilang. Harus juga melindungi suhu lantaran hawa yang hangat semakin dapat menahan kelembapan dari pada hawa yang dingin. Kita mesti bikin kandang yang lembab, bukanlah basah. Kandang yang basah bisa mengakibatkan infeksi baik lantaran bakteri ataupun jamur, serta sudah pasti pada akhirnya pada kematian.

Pencahayaan

Konsumsi (pemberian) sinar tak dibutuhkan pada type ini, namun apabila dipakai sebaiknya 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala serta 12 jam mati. Apabila terus-menerus, dapat mengakibatkan stress pada ular, terlebih type ini termasuk juga nocturnal (aktif saat malam hari).

Air

Senantiasa ubah air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, seperti mereka mempunyai kecendrungan untuk minum dengan begitu banyak. Ukuran dari tempat air minum yaitu terserah anda. Apabila cukup besar untuk berendam, jadi cepat atau lambat si ular bakal terlihat suka untuk berendam dari saat ke saat. Yakinkan kalau tempat minum tidaklah terlalu dalam untuk hewan yang masihlah kecil. Banyak ular bakal buang kotorannya ditempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan serta ganti air setiap saat diperlukan. Kerapkali kita butuh sediakan tempat minum cadangan, hingga ada pengganti tempat minum saat yang satu lagi dibikin bersih.

 

Asesori

Satu asesori kandang yang bermanfaat untuk bikin Sanca Kembang tetaplah bahagia yaitu satu tempat persembunyian yang bagus… atau mungkin saja sepasang tempat persembunyian. Ular ini sensitive, ular yang pandai yang mengerti serta memakai tempat persembunyian. Siapkan di dua titik panas serta dingin dari kandang, hingga ular bisa bersembunyi baik ditempat panas ataupun ditempat dingin, serta ular tak bingung pilih antar suhu serta keamanan. Pot bunga dari tanah liat atau plastic, ataupun tempat sembunyi yang di jual di took hewan semua bisa dipakai. Untuk Sanca Kembang yang semakin besar, tempelkan kertas yang gelap pada semuanya sisi kandang yaitu langkah yang gampang untuk bikin ular kita terasa lebih aman. Apa pun asesorinya minumnya the botol sosro…hehehee….. becanda kok mas-mas serta mba-mba, jadi apa pun asesorinya yakinkan tak mengganggu keamanan ular kita.

Pemberian Makan

pemberian pakan Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min
pemberian pakan Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min

Berikan makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya sesuai dengan ular setiap minggu. Bayi Sanca Kembang baiknya di beri mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masihlah belum dapat jalan (jalannya masihlah merayap). Waktu ukuran meraih 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk mengonsumsi tikus putih (rat) yang baru disapih. Sesudah panjangnya 4 kaki (± 1. 3 m) ular ini telah mampu untuk mengonsumsi tikus putih (rat) yang telah dewasa. Janganlah mengangkat ular anda sekurang-kurangnya 1 hari sesudah makan, lantaran bisa mengakibatkan ular muntah. Sedikit penambahan dari yang terjemahkan, apapun makanan ular kita yang kita berikanlah, sebaiknya memberi makan ular dengan hewan yang telah di matikan terlebih dulu untuk hindari ”kecelakaan” di mana makanan ular bisa melukai ular kita. Sesudah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tak bebrapa tentukan makanan.

Umumnya Sanca Kembang memiliki “feeding response” atau response makan (response waktu di beri makan) yang kuat serta biasanya gampang untuk ganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang sudah dimatikan. Jangan sampai meninggalkan hewan pengerat yang masihlah hidup tanpa ada dipantau berbarengan ular. Pemberian makan sekurang-kurangnya 1 kali tiap-tiap 10 hari, terlebih pada Sanca Kembang yang masihlah muda. Hal semacam ini bermanfaat untuk mengatur perkembangan ular, butuh diingat pemberian makan yang tidak sering bikin ular anda lapar serta membuatnya ”gelisah” mencari makan, hingga response makannya lebih kuat sepanjang berhubungan dengan orang yang memegangnya. Demikian sebaliknya pemberian makan yang terus-terusan sekitaran 1 – 2 kali satu minggu menyebabkan perkembangan yang cepat, hingga mesti bijaksana untuk pikirkan seberapa besar ular kita kita berharap pada periode waktu spesifik.

Sanca Kembang yaitu type ular yang begitu utama bangun rutinitas makannya supaya aman waktu dipegang, di mana ular ini yaitu pembelit yang begitu kuat serta mesti diperhitungkan serta diperhitungkan saat tengah lapar. Jangan sampai pegang hewan lain lantas memegang ular ; anda dapat dipikir ular sebagai makanannya. Waktu ular meraih ukuran 6 kaki (2 m) yaitu bijaksana berikan makan ular lewat cara menyimpan hewan yang telah mati kedalam kandangnya serta membiarkan ular menemukannya sendiri, lantaran ini bakal menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Makin bertumbuh ular kita, semakin lama kita harus juga berikan makan yang makin besar juga, seperti misalnya kelinci yang besar serta lain-lainnya. Kita butuh mencari serta temukan tempat beli makanan untuk ular kita lebih dulu, karna hal semacam ini begitu berguna dalam pelihara Sanca Kembang, terkait dengan biaya berbelanja serta jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular yang lain atau anggota dari perkumpulan penggemar reptil di mana anda ada untuk menolong memberikan tempat yang pas. Berikan makan Sanca Kembang yang besar tidak selamanya murah serta pengeluaran ini mesti diperhitungkan sebelumnya pilih untuk pelihara type ini.

Pemeliharaan

Bersihkan kandang ular waktu dibutuhkan, terlebih waktu buang air baik BAB maupun BAK, maupun mangsa yg tidak dikonsumsi, bersihkan secepat-cepatnya. Bersihkan serta basmin kuman baik kandangnya ataupun tempat minum, untuk tempat minum baiknya paling lambat setiap 1 minggu sekali serta waktu dibutuhkan. Bergantung pada kondisi kandang, mengeluarkan semuanya alas serta peralatan kandan ataupun asesori serta basmi kuman memakai larutan pemutih 5% setiap 1 bln. sekali. Bersihkan semuanya perlengkapan sampai bersih serta keringkan sebelumnya kembali di taruh kedalam kandang.

 

Breeding

bredding Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min
bredding Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic)-min

sebelumnya coba menternakan ular anda, anda mesti tahu dengan tentu jenis kelamin dari ular anda. JANGAN pernah memasukan 2 ekor jantan yang telah dewasa dalam kandang yang sama, karna mereka bakal berantem serta sama-sama melukai maupun sama-sama membunuh!

Sanca Kembang meraih kematangan dengan cara sexual mulai sejak berusia 18 bulang sampai 4 th.. Ukuran untuk kawin sekitaran 7-9 kaki (2. 5 m – 3 m) untuk jantan serta 11 kaki lebih (sekitaran 4 m) untuk betina. Musim kawin ditempat pemeliharaan umumnya dari November hingga Maret. Hentikan pemberian makan pada sekarang ini. Ular mesti membuat serta dalam keadaan yang sempurna sebelumnya berusaha untuk kawin. Untuk sistem kawin bisa dirangsang lewat cara menurunkan frekwensi/periode waktu sinar jadi cuma 8-10 jam saja serta menurunkan suhu pada saat malam jadi sekitaran 75o F (24o C). Kenalkan si betina kedalam kandang jantan. Membasahi (lembabkan) ke-2 ular dengan air bisa merangsang ular untuk ingin kawin. Betina biasanya ubah kulit pada hari ke 14+ sesudah ovulasi (sistem kawin) ; keluarkan telur pada hari ke 34 – 49 (rata-rata hari ke 38) sesudah ubah kulit lantaran sistem ovulasi (kawin). Telur yang di keluarkan pada 10 – 80 telur. Dengan suhu inkubasi 88 – 90 F (31-32. 222 C) (suhu maksimal), telur-telur ini menetas sekitaran hari ke 88.

 

 

Note :

Python reticulatus atau ular sanca kembang (Retic) yaitu rajanya ular pelilit. Ukuran serta kemampuan mereka termasuk juga yang paling besar didunia ular, serta kecantikannya tak ada tandingannya diantara ular-ular raksasa. Sanca Kembang tidaklah jenis  ular untuk ‘semua orang’, mereka butuh dedikasih pemelihara serta memiliki pengalaman yang berkembang serta mempunyai pengalaman yang dibutuhkan untuk menjaga ular ini dengan pas. Memerhatikan insting berburu dari Sanca Kembang begitu menakjubkan di mana cuma sedikit type lain yang seperti ini. Sebelumnya pilih ular raksasa kuat ini, terlebih dulu HARUS mempunyai pengalaman mengatasi ular besar terlebih dulu, meskipun yang bakal diambil yaitu CB baby yang jinak yang mungkin mempunyai tanggapan makan yang kuat. Sanca Kembang mempunyai tantangan yang mengagumkan untuk pemelihara yang memiliki pengalaman yang telah siap untuk “yang paling besar dari mereka semua”.

 

macam macam  reticulatus , ciri ciri Python reticulatus , memelihara Python reticulatus , menjinakan Python reticulatus , breeding Python reticulatus , memahami karakter Python reticulatus , makanan Python reticulatus , macam macam  reticulatus , ciri ciri Python reticulatus , memelihara Python reticulatus , menjinakan Python reticulatus , breeding Python reticulatus , memahami karakter Python reticulatus , makanan Python reticulatus , macam macam  reticulatus , ciri ciri Python reticulatus , memelihara Python reticulatus , menjinakan Python reticulatus , breeding Python reticulatus , memahami karakter Python reticulatus , makanan Python reticulatus 

Gambar Gravatar
Penulis lahir di Kota Tasikmala, pada 05 September 1996. Saat ini, ia sedang mendalami hobby nya yaitu Nge-Blog, Sambil mempelajar tentang pengaruh internet untuk kemajuan perusahaan